Segala puji bagi Allah Rabb sekalian alam, Maha Pencipta, Mahakuasa, Maha Penyayang, dan Maha Pengasih. Di antara tanda kasih sayang-Nya, Dia telah memperkenalkan kepada makhluk-Nya akan Dzat, Nama-nama dan Sifat-sifat-Nya yang mulia, agar makhluk-Nya mampu mengenal dengan jelas, sehingga mereka bisa mengingat, memuji, menyanjung, menyeru, memanggil, dan berdoa kepada-Nya dengan cara yang Dia sukai, kemudian mengabulkan doa mereka. Kita bersaksi bahwa tidak ada Illah yang berhak disembah dengan haq kecuali Allah SWT, dan kita bersaksi bahwa sayyidina Muhammad saw. adalah hamba dan utusan-Nya, sebagai rahmat Allah yang dihadiahkan kepada seluruh manusia.
Semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw., para shahabat beliau, keluarga beliau dan seluruh orang yang komitmen dengan ajaran beliau sampai hari kiamat. Wa ba'du.
Sungguh, Allah telah menciptakan manusia hanya untuk beribadah kepada-Nya dengan tujuan agar mereka mengenal-Nya dan berdzikir kepada-Nya. Dengan demikian, manusia mendapatkan kekekalan serta kebahagiaan bersama Penciptanya. Maka sudah wajar kalau dzikrullah merupakan sebuah aktivitas yang agung. Allah berfirman:
"Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Alkitab (Al-Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. al-Ankabut: 45)
Dalam menafsirkan ayat "...dan sungguh dzikrullah paling besar" para mufassirin memberikan penjelasan yang benar dan indah. Pertama, "Dan sungguh mengingat Allah paling besar dibandingkan dengan shalat dan kewajiban yang lainnya." Sedangkan penafsiran yang kedua, "Dan sungguh, pengingatan Allah kepada Anda jauh lebih besar daripada pengingatan Anda kepada-Nya." Hal ini sesuai dengan hadits Nabi:
"Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku bersamanya ketika mengingat-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diri-Ku, dan jika ia mengingat-Ku dalam satu kumpulan, Aku mengingatnya dalam kumpulan yang lebih baik daripada mereka."1
Ibadah yang paling baik adalah dzikrullah dan ibadah yang paling baik adalah yang paling banyak dzikrullah di dalamnya. Nabi bersabda ketika ditanya dalam masalah ini:
Dari Sahl bin Mu'adz dari bapaknya, dari Rasulullah, ada seseorang bertanya kepada beliau. Ia berkata, "Jihad mana yang paling besar pahalanya?" Rasulullah bersabda, "Yang paling banyak dzikrullahnya." Dia berkata, "Orang-orang salih mana yang paling banyak pahalanya?" Beliau menjawab, "Yang paling banyak dzikirnya kepada Allah." Kemudian menyebutkan juga tentang shalat, zakat, haji, shadaqah. Semua itu Rasulullah bersabda, "Yang paling banyak dzikirnya kepada Allah." Abu Bakar berkata kepada Umar, "Wahai Abu Hafs orang-orang yang berdzikir membawa dengan segala kebaikan." Rasulullah bersabda, 'Pasti!'"2
Dzikrullah penjaga muslim dari segala kejahatan, pembimbing dalam meniti segala kebaikan, dzikrullah dipraktekkan Nabi di segala waktu, dianjurkan beliau untuk dilaksanakan, maka sudah sewajarnya mengingat Allah menjadi perhatian yang pertama dan utama, dengan mengikuti Rasulullah dalam adab-adabnya, lafal-lafalnya, sehingga menjadi orang terbaik dalam menghidupkan sunah Nabi saw.
Allah SWT memerintahkan untuk berdzikir setiap pagi dan sore hari, terutama sebelum terbenam dan sebelum terbit matahari. Allah berfirman:
"Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai." (QS. al-A'raf: 205)
Ahli bahasa Arab mengatakan bahwa al-Ashal artinya adalah waktu antara ashar dan maghrib.
"Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang." (QS. Thaha: 130)
"Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi." (QS. Ghafir: 55)
Ahli bahasa mengatakan al-'Asyiyyi adalah waktu dari tergelincirnya matahari sampai terbenamnya matahari.
"Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang. Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang." (QS. an-Nur: 36-37)
"Sesungguhnya kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi." (QS. Shad: 18)
Jadi, seorang muslim selain selalu mengingat Allah dalam segala waktu, ada waktu tertentu khususnya pagi dan sore hari, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam matahari membaca dzikir, tasbih, tahlil, tahmid dan shalawat kepada Rasulullah saw., melaksanakan perintah Allah SWT.
Syekh al-Banna telah mengumpulkan doa dan dzikir yang dibaca pagi dan sore hari dari kitab-kitab hadits yang mu'tabar, dan kitab adzkar yang ditulis oleh Imam Nawawi, Ibnu Sunny, dan lain-lainnya, dan Alhamdulillah semua kembali kepada Al-Qur'an dan Hadits, dan hanya satu atau dua yang haditsnya dhaif, tetapi maknanya benar, dan juga dijadikan rujukan oleh para ulama sebelumnya. Jadi, insya Allah membiasakan membaca adzkar ini merupakan sunah Nabi saw., adapun urutannya bukan sesuatu yang harus diikuti, kecuali hanya untuk memudahkan menghafal saja.

0 komentar:
Posting Komentar